KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen kemasan plastik, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) mengatakan jika pihaknya belum berencana untuk memproduksi kemasan dari plastik daur ulang di masa depan.
Marketing Manager YPAS Bernard Tjandradjaja mengungkapkan alasan bahwa kemasan yang diolah dari bahan plastik daur ulang, belum memenuhi standar food grade atau kemasan yang seluruh material serta alat manufaktur yang bersentuhan langsung dengan kemasan terbukti aman dikonsumsi. KONTAN.CO.ID - JAKARTA. The issuer of plastic packaging manufacturers, PT Yanaprima Hastapersada Tbk (YPAS) said that it has no plans to produce packaging from recycled plastic in the future.
YPAS Marketing Manager Bernard Tjandradjaja revealed the reason that the packaging that was processed from recycled plastic materials did not meet food grade standards or packaging where all materials and manufacturing tools that were in direct contact with the packaging were proven to be safe for consumption.
"Kami masih belum berencana memproduksi kemasan daur ulang, karena di industri kemasan untuk makanan ini belum menemui standar food grade," jelasnya kepada Kontan, Selasa (28/9).
Sebagai informasi, YPAS tahun ini menyatakan fokus untuk memproduksi kemasan plastik untuk bahan makanan, di antaranya adalah kemasan untuk beras, tepung, gula dan bahan makanan lainnya.
Bernard melanjutkan, hal ini juga berdasarkan permintaan klien sendiri. Pihak end-user menginginkan kemasan plastik sesuai standar food grade dari perseroan. "Jadi pihak end user juga menyampaikan untuk menyediakan kemasan berstandar food grade, tidak daur ulang atau recycle. Sehingga itu pula yang membuat kami belum terjun ke dalam industri tersebut," ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Daur Ulang Plastik Indonesia (Adupi) Christine Halim meminta pemerintah segera menerbitkan aturan tentang pemberian insentif berupa pengurangan PPN yang sudah cukup lama bergulir.
Menurutnya, hal itu perlu segera direalisasikan untuk menopang perkembangan industri daur ulang yang diproyeksikan kapasitas meningkat hingga tiga kali lipat dari saat ini.
Christine menyatakan PPN 10% sangat memberatkan industri daur ulang, selain itu juga menurunkan daya saing dibandingkan bahan baku dari impor. "Jangan lama-lama digodok (aturan PPN industri daur ulang) karena kami sudah enam tahun mengajukan bebas PPN," ujarnya.
Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/insentif-plastik-daur-ulang-digodok-ini-kata-yanaprima-hastapersada-ypas "We still don't plan to produce recycled packaging, because the food packaging industry has not yet met food grade standards," he explained to Kontan, Tuesday (28/9).
For information, this year YPAS stated its focus on producing plastic packaging for food ingredients, including packaging for rice, flour, sugar and other food ingredients.
Bernard continued, this is also based on the client's own request. The end-user wants plastic packaging according to the company's food grade standards. "So the end user also conveys to provide food grade standard packaging, not recycle or recycle. So that's why we haven't entered the industry yet," he said.
Previously, the Chairperson of the Indonesian Plastic Recycling Association (Adupi) Christine Halim asked the government to immediately issue a regulation regarding the provision of incentives in the form of reducing VAT which has been around for quite a long time.
According to him, this needs to be realized immediately to support the development of the recycling industry, which is projected to increase its capacity to three times the current level.
Christine stated that the 10% VAT is very burdensome for the recycling industry, besides that it also reduces competitiveness compared to imported raw materials. "Don't dwell on it (recycling industry VAT rules) because we have been applying for VAT-free for six years," he said.
Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun, PT. Yanaprima Hastapersada Tbk telah memperoleh basis pelanggan bisnis yang solid. Kami selalu melihat dampak pengemasan pada seluruh bisnis Anda. Tidak hanya tas yang kami lindungi dan simpan barang Anda, tetapi juga mencerminkan citra Perusahaan Anda dan tentu saja memengaruhi biaya Anda. Menggabungkan faktor-faktor tersebut dengan pengalaman panjang di lapangan.
Kami telah berkecimpung dalam industri pengemasan selama bertahun-tahun dan pengetahuan serta pengalaman selama bertahun-tahun telah membantu kami dalam merencanakan dan melaksanakan proyek pengemasan baru. Tim kami memiliki profesional ahli yang memiliki pengalaman bertahun-tahun di lapangan. Ini membantu kami memahami kebutuhan pelanggan dengan mudah sehingga kami dapat memberikan mereka kemasan yang sesuai untuk produk mereka.
Selama bertahun-tahun, kami telah berusaha keras untuk menjaga hubungan terbaik dengan pelanggan kami. Mereka sangat berharga bagi kami. Kami merasa bangga untuk mengatakan bahwa klien yang datang kepada kami pada awalnya masih bersama kami hingga hari ini. Kami merasa terhormat dan rendah hati serta berterima kasih kepada mereka masing-masing atas kepercayaan yang telah mereka berikan kepada kami. Kami ingin meyakinkan Anda tentang dukungan kami dalam pertumbuhan dan kesuksesan bisnis Anda.